Senin, 21 Maret 2011

'Syahwat' Yusuf Jadi Ketua Majelis Syuro Kandas

Mantan pendiri dan anggota Majelis Syuro (PKS) Yusuf Supendi diduga memiliki syahwat politik ingin menjadi ketua Majelis Syuro PKS.

Pada salah satu Musyawarah Nasional (Munas) PKS, Yusuf Supendi melakukan gerakan politik di internal untuk menjadi ketua Majelis Syuro. Namun niatnya itu kandas karena Hilmi Aminuddin terpilih kembali menjadi ketua Majelis Syuro.

"Syahwat politik beliau (Yusuf Supendi) sangat terlihat ketika Munas ingin sekali menjadi ketua Majelis Syuro menggantikan Ustadz Hilmi. Tapi kader tidak bisa dibodohi dan tetap memilih Ustadz Hilmi," ujar seorang anggota Majelis Syuro PKS kepada INILAH.COM.

Yusuf Supendi, tuturnya, ketika itu menduduki posisi Wakil Ketua Dewan Syariah DPP PKS. Posisi tersebut cukup strategis karena menjadi salah satu rujukan syariah dalam pengambilan keputusan-keputusan partai.

Namun, kewenangan Dewan Syariah masih berada di bawah Majelis Syuro. Karena Dewan Syariah hanya memberi rujukan syariah namun tidak mengambil keputusan.

"Memang benar ketua Majelis Syuro tidak boleh dimonopoli, namun realitasnya Pak Yusuf Supendi belum memenuhi kualifikasi menduduki posisi itu," ujarnya.

Seperti diberitakan, Yusuf Supendi membuat gebrakan membongkar aib sejumlah elite PKS. Dari mulai dugaan korupsi dana partai hingga persoalan poligami.
Sejumlah elite PKS yang dipermasalahkan adalah Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Sekjen PKS Anis Matta, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq, Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, dan anggota Majelis Syuro Soeripto

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com