IRWAN - HASAN HAMIDO - MUDZAKKIR ALI

Ketiga ikhwah ini yang berhikmat dan mengabdikan dirinya di DPD PKS Makassar, periode 2009 - 2014

Hasan Hamido

Ketua DPD PKS Kota Makassar.

Muh.Djafar Nurdin

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kecamatan Tallo

Irwan, ST.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar.

Andi Akmal Pasluddin

Anggota Legislatif DPR RI.

Jumat, 06 Desember 2013

Interupsi Fahri Hamzah Saat Rapat Paripurna DPR


Jakarta - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Fahri Hamzah menyebut bahwa pihak yang harus bertanggung jawab atas terjadinya korupsi di Tanah Air adalah Presiden dalam hal ini Menteri Keuangan. Sebab, APBN yang dibuat oleh pemerintah telah memberi peluang dan kesempatan terjadinya korupsi anggaran.

"Saya menganggap korupsi di Indonesia penanggung jawab utamanya adalah Presiden, dalam hal ini Menteri Keuangan sebagai bendahara negara. Saya tidak melihat APBN kita ini menegaskan satu strategi pemberantasan korupsi sejak perencanaan," ujar Fahri Hamzah dalam interupsinya pada Rapat Paripurna DPR, Selasa (4/9).

Rapat Paripurna DPR hari ini mengagendakan tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2013. Menkeu Agus Martowardojo menjadi wakil pemerintah dalam rapat itu dan memperhatikan apa yang disampaikan Fahri.

Fahri mengatakan, APBN direncanakan untuk dikorupsi, karena tidak diatur sejak awal bahwa kebijakan atau kewenangan anggaran pemerintah, bisa digunakan untuk memberantas korupsi.

"Kalau kita elaborasi ini banyak sekali. Kita hanya bisa melihat di ujung ketika misalnya kawan-kawan kita di Banggar, secara masif dianggap melakukan korupsi dan menjadi sarang bagi kegiatan korupsi. Dan KPK menangkap orang setiap hari, ujarnya

Jadi, kata Fahri, sepertinya di Indonesia ini hanya ada dua lembaga yang saat ini menjadi tontonan secara sangat menyenangkan. "Di satu sisi, KPK yang menangkap-nangkap orang itu, dan di sisi yang lain, Menteri Keuangan menyiapkan orang-orang yang ditangkap pihak KPK," ujarnya.

Kata Fahri, sebetulnya ia ingin sekali ada forum yang membuat semua pihak menarik untuk berdebat. Kenapa bangsa yang besar seperti ini, tidak berdaya atas tuduhan sebagai bangsa maling. "Sayang tidak ada forumnya untuk berdebat untuk hal ini," kata Fahri.

Fahri lalu meminta Menteri Keuangan bicara pada Presiden soal hal ini. "Anda mempunyai kewenangan untuk secara ganas memotong anggaran-angaran yang tidak perlu. Anda tahu itu kasus Hambalang. Ada satu tempat dibangun satu bangunan, harganya hampir Rp 2 triliun tanpa melalui proses apa pun, tiba-tiba anggaran sebesar itu bisa cair dan dibelanjakan. Sekarang dalam keadaan seperti ini akan mengorbankan rakyat. BBM akan dinaikkan, TDL akan dinaikkan."

"Apa adil, ketika institusi negara menjadi institusi yang sangat tidak terkontrol dalam menggunakan belanjanya dan bertanggung jawab atas belanja yang mereka punya, lalu rakyat akan dikorbankan lagi," pungkas Fahri.

Bagi Anis Matta, Pemimpin Partai Bukan untuk Menjadi Capres



JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Nama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta masuk dalam tiga besar hasil sementara Calon Presiden (Capres) versi Pemilihan Rakyat (Permira) bersaing dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Hidayat Nur Wahid.

Ketika ditanya tanggapannya mengenai dirinya dijagokan menjadi Capres dari PKS, Anis Matta mengaku target dirinya memimpin Partai bukan untuk menjadi Capres. Tapi lebih pada membangun sistem demokrasi di internal PKS.

Selain itu, terkait kans untuk jadi Presiden, menurut Anis itu tidak gampang untuk dirinya. Apalagi Anis sadar bahwa dirinya berasal dari suku minoritas.

"Jadi tidak gampang. Jadi lebih bagus kita tahu diri dari awal,"
ungkap Anis Matta dalam Ngobroal Bareng Wartawan tentang Pemilu Raya (Permira), di TFI (The Future Institute), Jalan Duku Patra 5, Patra Residensial, Jakarta, Kamis (5/12/2013).

Anis Matta pun mengungkap prioritas kerja selama periode kepemimpinannya. Menurut mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini selama kepemimpinannya terhitung sejak diangkat hingga akhir jabatannya, membangun sistem demokrasi internal di tubuh PKS.

Salah satunya mengakomodasi suara-suara kader untuk menetapkan Calon Presiden (Capres) dari PKS yang akan berlaga pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 melalui mekanisme Pemilihan Rakyat (Permira), yang sedang berlangsung.

"Dalam periode saya ini, saya hanya ingin mewariskan satu sistem rekrutmen kepemimpinan yang terbuka dan transparan serta melinatkan semua kader. Itu terutama misi saya," ungkap Anis.

Dia jelaskan berikutnya, Permira merupakan sistem yang dipakai PKS selama ini untuk memilih anggota majelis Syuro. "Baru pertama kali ini dipakai untuk menjaring Capres dari PKS," tuturnya.

Menurut Anis, dengan mekanisme Permira ini juga diharapkan soliditas Partai tetap terjaga, meskipun ada dinamika kader memilih Capres pilihannya.

Namun, Anis mengucapkan terimakasih kepada kader dan struktur yang mendukung dirinya menjadi Capres PKS. "Alhamdulillah masih ada yang mendukung," ucapnya

Ma’iyatullah dan Optimisme Kader Da’wah



SERI TAUJIHAT RI’AYAH MA’NAWIYAH ‘AM INTIKHABAT 2014
TAUJIHAT PEKANAN

Ma’iyatullah dan Optimisme Kader Da’wah
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله، الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه ووالاه، أما بعد
Dengan asma Allah SWT semua alam ini diciptakan. Dengan asma-Nya kita selaku manusia mengetahui sesuatu serta dapat membaca dan menulis, lalu kepada-Nya kita akan kembali. Bagi manusia yang dikaruniai Allah SWT kesadaran, proses itu tidak boleh hanya terjadi secara fisik dan alami belaka. Apalagi bagi kita yang telah dikaruniai keimanan. Dengan penuh kesadaran imani kita harus memulai setiap aktivitas dalam hidup ini dengan asma Allah SWT, kita menjalani keseharian dengan syariah Allah SWT dan mengarahkan keseluruhan hidup ini kepada husnul khatimah dan mardhatillah.

Bila suatu saat kita lupa terhadap Allah SWT, menjalankan suatu kegiatan atau program dengan nama selain Allah SWT, tidak memastikan bahwa apa yang kita kerjakan telah sesuai dengan syariat-Nya, tidak menajamkan perspektif bahwa kerja kita insya Allah diridhai-Nya. Dalam situasi demikian kita tidak lebih baik dari posisi seorang anak yang melupakan orang tuanya. Atau, seorang mandataris suatu Negara yang lupa terhadap rakyatnya selaku pemberi mandat. Atau, sebuah benda yang jatuh lalu hancur karena lepas dari porosnya.

Nisyanullah, yakni lupa terhadap Allah mengakibatkan lupa diri. Lupa bahwa dirinya adalah seorang mukmin, seorang kader dakwah, bahkan seorang murabbi, lupa bahwa dirinya adalah seorang suami dan seorang bapak dari sejumlah anak yang mendambakan sentuhan kehalusan dan kasih sayang. Kemudian melakukan pelbagai penyimpangan (kefasikan) yang berakhir dengan kerugian dan kehancuran.

Allah SWT mengingatkan agar manusia jangan pernah sesaat pun lepas dari-Nya dan lupa terhadap-Nya karena akibatnya akan fatal.

“Dan janganlah kamu sekalian seperti orang-orang yang lupa terhadap Allah sehingga karenanya mereka lupa terhadap diri mereka sendiri, mereka itulah orang-orang yang fasiq.” (Q.S 59/Al-Hasyr: 19).

Di saat manusia lupa diri akibat lupa terhadap Allah tapi Allah tetap mengontrol dan menatapnya di manapun dan kapan saja.

“Dan Dia tetap bersamamu (mengawasimu) dimanapun kamu berada dan Allah Maha menatap apa yang kamu kerjakan” (Q.S 57/Al Hadid: 4)

Ikhwah dan akhwat fillah,
Jika kita selalu bersama Allah menghadirkan-Nya saat kita berpikir, berkarsa, dan berkarya, bahkan waktu kita marah sekalipun. Maka Dia niscaya menyertai kita dengan bimbingan-Nya, lindungan-Nya, pertolongan-Nya, rahmat-Nya, dan ampunan-Nya saat kita salah.

Ma’iyatullah telah diberikan kepada Rasul-Nya SAW dalam situasi yang sulit. Tetapi bukan secara gratis tanpa investasi ‘amal jihadi’. Adalah Siti Khadijah RA sebagai saksi atas kepatutan ma’iyatullah untuk Rasul-Nya. Sebagaimana penuturannya,

“Demi Allah, Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan engkau. Sebab engkau gemar bersilaturahim, suka menolong orang lemah, membela orang yang dizhalimi, menyantuni orang tak punya, serta tampil membela kebenaran”.

Tidak ada imajinasi yang paling baik dan indah daripada memikirkan ciptaan Allah SWT dan ayat-ayatnya. Tidak ada kata yang lebih indah dari menyebut asma Allah SWT, laa ilaaha illallah, subhanallah atau astaghfirullah. Tidak ada nama yang lebih baik dari Abdullah. Tidak ada sumber kekuatan dan energi yang lebih dahsyat daripada laa haula wala quwwata illa billah.

Ikhwah dan akhwat fillah,
Kesertaan (ma’iyyah) Allah SWT menuntut kita terlebih dulu memposisikan diri secara tepat. Bukan semata-mata sebagai makhluk Allah SWT, tetapi sebagai hamba bahkan junud (prajurit-Nya) yang bersiap dan sigap untuk melaksanakan setiap perintah-Nya dalam kerangka mewujudkan Islam kaaffah dalam kehidupan pribadi, keluarga, kemasyarakatan, kebangsaan dan antarbangsa.

Jika bukan sebagai prajurit Allah SWT maka posisi manusia –disadari atau tidak- adalah sebagai prajurit iblis (junudu iblis). Kita harus memposisikan diri sebagai prajurit Allah SWT di setiap lini kehidupan dan setiap jengkal dari bumi Allah ini. Insya Allah Dia akan menyerahkannya kepada hamba-hamba-Nya yang shalih sebagai bagian dari hasil perjuangan, melalui istikhlaf dan tamkin sebagai mekanisme legal dalam agama Allah. Kita harus memastikan bahwa komunitas kita adalah hizbullah. Sebab, hanya komunitas inilah yang pantas diberikan kemenangan sejati oleh-Nya.

Al-Imam As-Syahid pernah mengajukan suatu pertanyaan besar, “Apa modal kita untuk meraih kemenangan agama ini? Jawabannya adalah modal dan bekal yang sama yang pernah dimiliki as-salafus shalih di bawah pimpinan Muhammad SAW, Yaitu lima segi keimanan yang meliputi:
Pertama, kemenangan itu akan diraih sebagai hadiah dari Allah SWT dengan all out membela agama-Nya. Kedua, kemenangan itu dapat diraih melalui keampuhan minhaj Islam yang kita anut.
Ketiga, kemenangan itu dapat diraih dengan kekuatan ukhuwwah yang kita kuduskan.
Keempat, kemenangan itu merupakan buah keyakinan kita akan besarnya imbalan serta pahala perjuangan di jalan Allah. Kelima, keimanan bahwa kita telah memilih jama’ah yang tepat sesuai kodratnya untuk menyelamatkan dunia.

Kita kokohkan keimanan tentang kelima prinsip tersebut dengan kesabaran dalam berjama’ah yang berusaha merealisasikan minhajun nubuwwah, jalan yang ditempuh Rasulullah SAW dan sahabat beliau dalam kesolidan ukhuwah demi membela dienullah. Kita pun harus berbuat yang ihsan dalam kerangka ‘amal jama’I, bukan asal berbuat apalagi saling mengandalkan. Sesudah itu, kita bertawakkal kepada Allah SWT dan menyerahkan kepadaNya untuk menentukan saat dan bentuk hasil perjuangan yang akan dicapai/diberikan. Sebab, Allah SWT beserta orang-orang yang sabar. Dia bersama orang-orang yang berbuat ihsan. Dan mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Senin, 01 Juli 2013

Das'ad Latif membuka dan ikut serta Gerak Jalan santai

Sekitar seribuan peserta gerak jalan santai yang diadakan dpc tallo dan RKI kecamatan tallo minggu,30 Juni 2013 . Acara ini sesunguhnya adalah untuk memeriahkan dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,
 demikian paparan dari panitia.
Das'ad Latif yang membuka acara dan sekaligus memberikan hadiah dan doorprize kepada peserta lomba pagi itu tambil beda dan gaul. Dengan mengenakan kaos oblong dan jeans. Ustadz ini kelihatan lebih muda dari usianya.


Calon wakil walikota Makassar ini ikut serta bersama dengan berbaur dan berjalan mengikuti rute yang telah ditentukan oleh panitia.



Das'ad membagikan hadiah doorprize berupa televis. kulkas , kompor gas dan seluruh hadiah yang disediakan sampai tuntas pagi itu. Peserta selain dari masyarakat sekitar sekretariat dpc Tallo juga didatangkan dari partisipasi caleg dapil 2. Seluruh caleg kota dapil 2 diminta mengundang tim relawan mereka untuk memeriahkan acara tersebut.



sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com